Berita Hj Novita Wijayanti SE MM

Novita Wijayanti “Soal Penyelundupan, Ungkap Jaringannya Hukum Mati Pelakunya”

Foto Hj. Novita Wijayanti SE.,MM

JAKARTA,suaramerdeka.com- Berkali-kali aparat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Namun bisa jadi, narkoba yang berhasil masuk Indonesia jauh lebih besar daripada yang diungkap aparat.

Ketua DPP Partai Gerindra Novita Wiijayanti mengatakan, Indonesia memiliki wilayah lautan yang amat luas. Begitu juga dengan garis panjangnya yang termasuk paling panjang dunia. Hal ini tentu menyimpan potensi tetapi juga jadi kelemahan jika tidak bisa menjaganya. Termasuk menjadi pintu masuk barang haram sepeti narkoba.

”Kasus yang belakang terungkap bisa jadi hanya sebagian kecil dari barang berhasil masuk ke Indonesia,” kata Novita, Senin (26/2).

Karenanya, dia berharap, penggagalan upaya penyelundupan diikuti dengan keberhasilan pengungkapan jaringan internasional. Siapapun aktornya harus diungkap. Aparat hukum Indonesia juga harus berani mengungkap kemungkinan keterlibatan oknum negara tetangga dalam jaringan tersebut. Mengingat dalam kasus belakangan yang terungkap, pelaku penyelundupan menggunakan bendera negara tetangga.

”Pelaku penyelundupannya pun kebanyakan dari WNA. Itu harus diungkap tuntas,” kata anggota V DPR RI ini.

Dia juga menambahkan, Indonesia patut mencurigai adanya kepentingan asing dalam penyelundupan ini. Bagaimana mungkin narkoba bisa berulang kali dikirim dalam jumlah yang amat besar dari negara asal menuju Indonesia. ”Kita patut curiga. Ada apa ini ? Narkoba dalam jumlah besar bisa lolos dari pengawasan negara tetangga untuk masuk wilayah Indonesia,” ujarnya.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap ini pun penegakan hukum yang tegas kepada pelaku. Pemerintah diminta jangan ragu untuk melaksanakan hukuman mati kepada pelaku. Novita pun mengingatkan, agar aparat hukum Indonesia tidak bermain mata dengan para pelaku penyelundupan.

”Siapa pun yang terlibat harus ditindak tegas. UU juga mengatur hukuman mati kepada para pelaku. Pemerintah jangan ragu,” tegas Novita.

Menurutnya, perlu upaya serius dari negara untuk memberantas narkoba. Mengingat, narkoba merupakan ancamam serius bagi masa depan bangsa. Belum lagi jumlah penduduk Indonesia yang besar dianggap pasar potensial bagi peredaran narkoba. ”Pemerintah dan segenap lapisan masyarakat harus bersatu perangi narkoba,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kepala BNN Budi Waseso pernah mengungkapkan, Ada sekitar 5 ton Sabu senilai Rp 10 triliun menuju perairan Indonesia. Tangkapan pertama 1 ton di Batam. Tangkapan kedua 1,6 ton pekan lalu juga di Batam dan Ketiga kemarin (23/2) sekitar 3 ton juga diperairan yang sama, yakni Batam Kepri.

Masih berdasarkan informasi intelejen yang diperoleh dari Kepala BNN, diduga masih ada sekitar 600 ton bahan baku sabu berkualitas tinggi senilai Rp 1.200 triliun atau hampir setengah dari total ABPN siap memasuki Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *